25 TAHUN ABRAHAM DAN SARA HIDUP DALAM PERGUMULAN
Kisah Abraham dan Sara dalam pergumulan menanti janji
penggenapan Tuhan. Sara adalah salah
satu wanita yang tercatat dalam Alkitab sebagai wanita yang mandul dan sudah lanjut
usia. Coba lihat apa yang dikatakan
Abraham dalam hatinya,
Kejadian 17:17,
Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam
hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan
seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu
melahirkan seorang anak?"
Bagi ilmu kedokteran usia 100th (Abraham) dan 90th
(Sara) merupakan usia yang sudah tidak produktif lagi dalam menghasilkan
keturunan. Tetapi justru Tuhan menembus
kemustahilan hukum alam tersebut dengan berfirman kepada Abraham,
Kejadian 17:15-16,
Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang
isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah
namanya. Aku akan memberkatinya, dan
dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan
Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja
bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
Dalam ayat ini firman Tuhan datang ketiga kalinya kepada
Abraham, yang pertama janji tentang Ishak itu datang ketika Abraham berumur 75th,
Kedua ketika Abraham berumur 85thdan yang ketiga ketika Abraham
berumur 99th. 24th
jarak antara firman Tuhan yang pertama dan yang kedua. Rentang jarak yang sangat lama untuk menunggu
penggenapan janji tentang seorang anak baginya yang akan menjadikan
keturunannya bangsa yang besar (Kejadian 12:2-3). Tidaklah mudah bagi Abraham untuk terus
bergumul dalam tiap-tiap hari dalam tahun-tahun usianya, memikirkan tentang
keturunan yang dijanjikan oleh Tuhan kepada-Nya. Sedangkan usianya semakin lanjut usia. Bahkan Abraham mencoba untuk menggenapi janji
tersebut dengan menyetujui saran Sara untuk menghampiri Hagar budaknya,
sehingga melahirkan Ismael. Tetapi TUHAN
menolak hal tersebut,
Kejadian 17:18-19,
Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael
diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Tetapi Allah berfirman: "Tidak,
melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan
engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia
menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
Setelah sekian lama menunggu selama 24th, Tuhan
tetap berkata, ‘Sara yang akan melahirkan anak bagimu’. Hal ini semakin membuat Abraham bergumul dan
seperti ayat sebelumnya ia berkata, mungkinkah diumur 100th dia
memberikan anak kepada Sara yang berumur 90th? Kemustahilan inilah yang dijawab Allah dengan
berfirman,
Kejadian 18:14-15,
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah
Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku
telah tua? Adakah sesuatu apapun yang
mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku
akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak
laki-laki."
Sehingga genap diusia 100th (Kejadian 21:5),
Abraham memiliki seorang anak dari Sara dan menamainya Ishak. Penantian janji selama 25th sejak
firmanTuhan pertama kali datang kepadanya, menghasilkan suatu sukacita dan
ucapan syukur yang tiada henti-hentinya dari Abraham dan Sara (Kejadian 21:7).
Kisah yang coba saya persingkat dari hidup dan pergumulan
yang dialami oleh Abraham dan Sara, memberikan kita banyak gambaran dan
kebenaran tentang bagaimana menjalani kehidupan yang penuh dengan pergumulan
hidup, tetapi tetap memegang janji Tuhan kepada kita.
25th bukanlah waktu yang singkat bagi pasangan
suami isteri ini untuk menjalani pergumulan tentang seorang anak yang Tuhan
janjikan. Banyak hal yang harus mereka
hadapi, baik itu yang berasal dari luar diri mereka (perkataan orang-orang,
dll), maupun dari dalam diri mereka sendiri (pikiran, hati dan usia yang
semakin tua). Waktu, hari, bulan dan
tahun demi tahun mereka lewati dengan penuh pergumulan, hingga akhirnya janji
itupun tergenapi dalam hidup mereka.
Bagaiman dengan hidup kita, sanggupkah kita mengahadapi
persoalan hidup yang begitu berat, namun disisi lain kita harus tetap percaya
kepada kuasa Tuhan?Anda hanya perlu beriman bahwa Tuhan sanggup menolong anda
dalam setiap permasalahan anda, hanya anda disarankan untuk terus menunggu
waktu Tuhan dalam doa dan berserah kepada-Nya.
Jika Abraham dan Sara ditolong oleh Tuhan, apalagi anda dan saya Tuhan
sanggup menolong kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar