07 September 2011

Jemaat Sardis (Mati Rohani)


Jemaat Sardis (5)/ Wahyu 3:1-6
Letak Geografis kota Sardis :
Sardis merupakan kota dipropinsi Romawi di wilayah Asia kecil, disebelah barat Turki.  Kota ini merupakan kota benteng terkuat yang hampir tidak terkalahkan, karena kota ini dikelilingi oleh tebing-tebing yang curam dari batu-batu karang.  Namun kota ini berhasil ditalukan oleh raja Persia yaitu Koresy 546 sM.  Tetapi pada zaman Romawi kota ini tidak diistimewakan lagi oleh kaisar, walaupun mereka berusaha untuk membangun kuil bagi kaisar untuk memperoleh kehormatan. Kaisar lebih memilih Smirna sebagai kota yang istimewa pada waktu itu.  Kota sardis terkenal karena beberapa hal yaitu : perusahaan wol, tambang emasnya dan percabulan.  Secara khusus ekonomi kota ini mengalami kemajuan yang sangat baik dari kota-kota lainnya, namun secara moral mereka juga mengalami kemajuan dalam hal yang jahat.
Keadaan jemaat.
Ada beberapa kritikan, pujian, perintah dan upah yang dituliskan oleh Yohanes kepada jemaat si Sardis.
Kritikan :
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati. (ay.1)
Perintah :
Bangunlah dan kuatkanlah(ay.2) dan turutilah dan bertobatlah(ay.3)
Pujian :
Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya(ay.4)
Upah :
Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putihAku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya dihadapan BapaKu dan dihadapan para malaikatNya.  (ay.5)
          Maksud dari surat kepada jemaat di Sardis tidak lain adalah supaya di dalam kehidupan jemaat di Sardis terjadi perubahan hidup yang benar-benar terfokus kepada TUHAN.   Ada satu kritikan yang tajam dituliskan oleh Yohanes kepada jemaat di Sardis.  Ay. 1, di sana dituliskan bahwa Aku (Tuhan) tahu segala pekerjaanmu: engkau (jemaat disardis) dikatakan hidup (oleh orang-orang disekitar mereka), padahal engkau mati (dihadapan Tuhan).
Menarik sekali kalimat yang dituliskan oleh Yohanes, “Aku tahu segala pekerjaanmu:”  Kata-kata ini muncul disetiap surat yang dituliskan oleh Yohanes kepada 7 jemaat di Asia.
Wahyu 2:2, “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu” (J. Efesus)
Wahyu 2:9, “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu” (J. Smirna)
Wahyu 2:13, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat tahta Iblis” (J. Pergamus)
Wahyu 2:19, “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu” (J. Tiatira)
Wahyu 3:1, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati” (J. Sardis)
Wahyu 3:8, “Aku tahu segala pekerjaanmu: Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat di tutup oleh seorang pun” (J. Filadelfia)
Wahyu 3:15, “Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.  Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas.” (J. Laodikia)
Dari seluruh ungkapan ini kita dapat simpulkan bahwa, tidak ada sesuatu pun tersembunyi dari hadapan Allah.  Hidup kita terbuka luas di mata Allah.  Allah mengetahui semua pekerjaan kita, Dia mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan sebagai orang percaya. dan  Dia menilai segala pekerjaan kita.  Sebagai anak-anak Tuhan kita harus mengerti konsep ini, bahwa TUHAN selalu memperhatikan hidup kita dan akan selalu memberikan nilai buat setiap pekerjaan kita.  Jika buruk, maka Dia akan berkata buruk sekali pekerjaan kita, jika baik, maka Dia akan menyatakan pujian dan upah kepada kita.  Penilai terbaik dari setiap pekerjaan, pelayanan dan ketekunan kita adalah Allah sendiri.
Jika kita mengetahui bahwa Allah selalu memperhatikan kita dan menilai segala pekerjaan kita, maka kita akan bekerja di dalam kesungguh-sungguhan.  Kita ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk Tuhan dan bukan kepada manusia.  Kita tidak bekerja untuk manusia kita bekerja bagi Allah, sehingga dalam bekerja kita tidak melakukannya dengan bersungut-sungut atau pun dengan terpaksa.  Tetapi mengerjakan segala sesuatu seperti mengerjakannya untuk TUHAN. (Kolose 3:23).
Tuhan mengenal pekerjaan jemaat di Sardis, apa yang selama ini mereka lakukan atas nama orang percaya.  Tuhan mengkritik mereka dengan berkata, “engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati.”  Dalam terjemahan NIV berbunyi demikian, “you have a reputation of being alive, but you are dead.” 
Kamu memiliki reputasi yang baik dimata orang lain dengan segala sesuatu yang kamu lakukan sehari-hari dihadapan orang.  Orang dapat menilai kamu dengan pandangan yang baik, orang dapat memuji semua pekerjaanmu, orang dapat menilai bahwa kamu benar-benar adalah orang yang hidup dalam TUHAN.  Tetapi dihadapanKu kamu adalah orang yang sudah MATI
Perkataan ini sungguh menegur dengan keras kehidupan jemaat di Sardis.  Tuhan menganggap mereka sebagai orang-orang yang mati.  “Nekros” dalam arti “Mati, tidak berguna.”  Dihadapan Tuhan kamu tidak berguna lagi, kamu tidak dapat melakukan hal yang Tuhan inginkan, sebab kamu mati.
Ilustrasi : Handphone
Tuhan tidak menilai seberapa hebat kita ketika kita melayani dihadapan orang banyak.  Tuhan tidak merasa kagum ketika kita bisa melakukan segala pekerjaannya dengan baik.  Tetapi Tuhan akan merasakan bahwa kita mengasihi Dia ketika kita hidup di dalam persekutuan yang benar dengan Dia.  Bukan besarnya pekerjaan yang kita lakukan yang membuat Allah bangga, tetapi besarnya kasih kita kepada Allah di dalam hubungan kita secara pribadi dengan TUHAN, akan memberikan nilai terbaik bagi kita di hadapan TUHAN.
Ketahuilah bahwa Allah akan selalu menilai kita dengan pandangan-Nya.
Ayat 2, Bangunlah dan kuatkanlah
Dengan keadaan mereka yang demikian Tuhan memberikan perintah kepada mereka untuk “bangunlah dan kuatkanlah
Bangunlah”gregoreo” : berjaga-jaga berarti tidak tidur; berwaspada; hidup.  Jemaat di Sardis seakan-akan digambarkan sebagai orang yang sedang tertidur dengan segala dosa-dosa mereka.  Mereka tidak berjaga-jaga atas kehidupan mereka, sehingga dengan mudah semua kebiasaan buruk yang ada di sekitar mereka merasuki hidup mereka dan membuat mereka jauh dari Tuhan.
Ilustrasi : Penjaga Gawang
Kuatkanlah”sterizo” : meneguhkan; membuat dengan kokoh; menguatkan; mengarahkan.  Jemaat di Sardis begitu lemah karena mereka tertidur dan membiarkan kemalasan rohani menghinggapi mereka.  Sehingga Tuhan menegur mereka untuk menguatkan kembali kehidupan rohani mereka.  Tidak ada kekuatan yang paling kuat, selain duduk diam dan berdoa kepada Tuhan dengan ketekunan.  Kita butuh Tuhan setiap hari, karena itu penting untuk setiap hari duduk diam dalam doa dan perenungan FT.  Karena hanya dengan FT ada terang untuk kita bisa melangkahkan kaki kita.  Ada kekuatan untuk kita bisa melawan segala serangan dari kuasa kegelapan dan keinginan dosa.
Ilustrasi : Seperti membangun sebuah benteng pertahanan.
Ayat 3, Turutilah itu dan bertobatlah
Bukan hanya itu Tuhan juga memerintahkan mereka untuk taat dan bertobat dari segala kejahatan mereka.
Turutilah”tereo” : menjaga;menahan;menyimpan;memegang;menuruti.  Bukan hanya mewaspadai kehidupan kita dan menguatkannya, tetapi juga menuruti/menjaga dengan baik segala perintah yang sudah kita dengar.  Penting bagi kita untuk menuruti perintah Tuhan, karena dengan menuruti berarti kita sudah menjaga perintah Tuhan itu untuk tetap hidup di dalam diri kita. 
Ilustrasi : Sama halnya jika kita menuruti rambu-rambu lalu lintas, kita sudah menjaga diri kita untuk tidak mengalami yang namanya kecelakaan atau pun teguran dari kepolisian karena kita tidak mematuhi rambu lalu lintas.  Jika kita menuruti perintah Tuhan – berarti kita juga sudah menjaga hidup kita untuk tidak tercemar dengan segala kebiasaan buruk yang ada di sekitar kita.
Bertobatlah”Metanoeo” : menyesal;bertobat.  Tuhan mengharapkan jemaat di Sardis menyesal/bertobat dari segala kemunafikan yang mereka jalani selama ini.  Tuhan ingin mereka bisa benar-benar menjadi orang Kristen yang baik di dalam dan di luarnya.  Dikenal orang baik – tetapi juga dikenal Tuhan dengan baik, ini adalah hal yang paling penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.
Ilustrasi : berbalik arah kepada TUHAN.
Karena itu prioritaskan hubungan dengan Tuhan sebagai yang utama dari segala sesuatu.  Jika hal ini dengan tekun kita lakukan maka ada upah yang Tuhan berikan bagi setiap kita (ay.5).
Jemaat di Sardis dapat menjadi pelajaran buat kita untuk tidak mencari kehormatan di hadapan manusia, tetapi mengoreksi setiap hidup kita selama ini dan kembali memprioritaskan hidup kita untuk dapat tetap berkenan di hadapan Tuhan.
Ketika kita menjalani pelayanan dengan berfokus kepada Tuhan-maka semua pelayanan yang kita lakukan menyenangkan hati Tuhan.  Sebab Tuhan mengetahui semua pekerjaan yang kita lakukan dan Dia akan selalu memberikan penilaian bagi setiap pekerjaan yang kita lakukan. Amin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika anda ingin belajar bahasa Yunani, terlebih dahulu anda harus memiliki font Yunani di dalam PC/Laptop anda untuk dapat membaca tulisan, kalimat, dan kata-kata di dalam konten "Belajar Yunani".
Font Yunani dapat anda download di :

Jika anda ingin belajar Ibrani silahkan download font Ibrani di :